Proxemics Podcast
Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art of influencing di balik berita viral, krisis korporasi, hingga dinamika politik dan bisnis di Indonesia. Bukan sekadar teori, setiap episode adalah studi kasus nyata tentang bagaimana pesan dirancang, reputasi dibangun, dan persepsi publik dikendalikan.🔍 Topik Utama:✅ Analisis Kasus Viral & Manajemen Krisis✅ Strategi PR & Corporate Comm✅ Psikologi Audiens & Media Trend✅ Marketing, Branding & Reputation🚀 Wajib dengar buat: Praktisi PR, Marketers, Entrepreneur, Mahasiswa, & siapa saja yang ingin paham "permainan" di balik layar media. Kami juga membahas leadership skills, personal branding, dan tips karie...
Anatomi Krisis PR: Dari Rekening Mandiri Diblokir Hingga Blunder Event Newport | 042
Banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan PR itu sekadar "pemadam kebakaran" yang baru disuruh bekerja ketika brand kena masalah. Padahal, batas antara masalah komunikasi dan masalah operasional itu nyata—sebuah brand harus bisa walk the talk sebelum PR bisa menyelamatkannya.
Di episode Proxemics Podcast #42 ini, kami membedah kompilasi krisis viral dan case study PR yang terjadi sepanjang Agustus. Mulai dari kepanikan fearmongering massa, penanganan krisis pemblokiran rekening sepihak yang memicu nasabah menggunting kartu kredit, hingga blunder fatal di festival musik akibat Event Organizer dan MC yang kehilangan kendali atas mic-nya sendiri.
Kami juga membedah taktik komunikasi in...
Bongkar Strategi PR Frisian Flag: Kenapa Jualan "Campaign" Aja Makin Gak Laku? 📈🏢 | 04
Banyak perusahaan terjebak mengejar sales dan melupakan akar eksistensinya. Di episode ini, Andrew Saputro (Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia) membuktikan bahwa "Purpose" yang kuat adalah kunci brand raksasa mampu bertahan lintas generasi di Indonesia.
Kami membedah transformasi komunikasi FMCG: mulai dari taktik membujuk manajemen agar peduli pada "Purpose", mengelola stakeholder lintas rezim, hingga eksekusi pemberdayaan peternak sapi lokal lewat filosofi Grass to Glass.
Bagi praktisi PR, Public Affairs, dan marketer yang ingin menguasai komunikasi di industri dengan regulasi ketat (highly regulated) — ini saatnya belajar langsung dari pakarnya. Hindari jebakan "sotoy" dan siapkan catatanmu.
<...
Rahasia Blue Bird Bertahan dari Disrupsi & Transformasi Komunikasi Korporat | 040
Banyak brand raksasa tumbang karena disrupsi. Tamu kita hari ini membuktikan sebaliknya dengan strategi PR dan mobility yang merajai jalanan.
Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Sekar Adisty — Communications & Community Lead di Blue Bird Group. Dengan pengalaman lintas industri mulai dari agency, airlines, financial institution, hingga e-commerce, Adis membedah bagaimana perusahaan transportasi legendaris ini mentransformasi strategi marketing dan PR-nya dari yang sangat konvensional menjadi sangat agile di era digital.
Kami membedah tuntas dapur komunikasi Blue Bird: mulai dari strategi Crisis Management menghadapi 28.000 pengemudi, pentingnya mengejar "Sentimen" dibanding "Impressions", hingga obrolan tajam tentang di...
Kenapa Brand "Cambridge" Jadi Magnet Parents? Bedah Psikologi Konsumen & Edukasi | 039
Banyak institusi menjual nama besar. Tamu kita hari ini menjaga standar globalnya.
Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Yusuf Seto — Head of Business Development Southeast Asia & Pacific di Cambridge International Education. Dengan pengalaman lintas industri, dari digembleng keras di dunia sales hingga kini mengawal standar pendidikan internasional di Asia Tenggara dan Pasifik.
Kami membedah miskonsepsi publik tentang label "Sekolah Cambridge" yang sering hanya dijadikan buzzword marketing, membandingkan kualitas edukasi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan mendiskusikan fenomena Gen-Z yang ketakutan digantikan AI hingga banting setir mempelajari skill manual.
Buat kamu par...
Kenapa Brand "Cambridge" Jadi Magnet Parents? Bedah Psikologi Konsumen & Edukasi | 039
Banyak institusi menjual nama besar. Tamu kita hari ini menjaga standar globalnya.
Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Yusuf Seto — Head of Business Development Southeast Asia & Pacific di Cambridge International Education. Dengan pengalaman lintas industri, dari digembleng keras di dunia sales hingga kini mengawal standar pendidikan internasional di Asia Tenggara dan Pasifik.
Kami membedah miskonsepsi publik tentang label "Sekolah Cambridge" yang sering hanya dijadikan buzzword marketing, membandingkan kualitas edukasi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan mendiskusikan fenomena Gen-Z yang ketakutan digantikan AI hingga banting setir mempelajari skill manual.
Buat kamu par...
Aturan Main Iklan : Batasan Antara Kreatif dan Melanggar Etika Pariwara | 038
Some communicators distract the message. We dissect the message.
Di episode Proxemics "Full House" kali ini, Mercy, Awi, Sofyan, dan Steph berkumpul untuk membedah berbagai studi kasus komunikasi publik, Public Relations (PR), dan marketing tanpa filter.
Kami membedah kenapa merespons krisis dengan serangan personal (Ad Hominem) adalah mimpi buruk konsultan PR, bagaimana "stamina" campaign banyak praktisi PR masih sangat lemah, perdebatan etika content creator yang merekam diam-diam, hingga kontrasnya strategi marketing raksasa Spider-Man vs Christopher Nolan.
Buat kamu yang kerja di corporate comms, agency, marketing, branding — atau first-jobber yang ingin tahu cara kerja in...
Mahar GOTO Nyangkut & Rugi 70%, Kok Yudha Keling Malah Lulus Sertifikasi OJK?! | 037
Sebagian financial influencer jualan profit hijau. Tamu kita jualan kerugian sahamnya. Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Yudha Keling — stand-up comedian yang banting setir menjadi financial influencer bersertifikat resmi, dengan pendekatan konten yang mendobrak pakem industri keuangan. Ia membuktikan bahwa membuat orang tertawa dan percaya tidak selalu butuh jas rapi atau pamer kekayaan. Kami membedah bagaimana ia mengubah kerugian saham hingga 70% dan mahar saham GOTO yang nyangkut menjadi "Project Tidak Miskin" — sebuah masterclass dalam authentic branding. Kami juga membahas aturan ketat OJK (WPPE) bagi influencer keuangan, serta bagaimana Yudha menggunakan ChatGPT sebagai partner menulis materi komedi. Buat kamu...
Akhir Era SEO Tradisional: Kenapa Praktisi B2B Wajib Paham GEO & Narrative Architecture? | 036
Di era disrupsi, memenangkan persaingan bukan lagi soal siapa yang paling keras berteriak, melainkan siapa yang memiliki struktur fondasi paling solid.
Di episode Proxemics Podcast kali ini FULLHOUSE duduk bersama untuk mendekonstruksi lanskap industri komunikasi, PR, dan marketing yang tengah diacak-acak oleh AI. Kami membongkar kerangka kerja (framework) level eksekutif yang menjadi pegangan top management saat ini.
Mulai dari urgensi Public Affairs dan pentingnya mengamankan Social License to Operate (SLO) di luar izin legal, pergeseran paradigma dari CSR menuju Corporate Shared Value (CSV), hingga krisis eksistensial media massa akibat fenomena AI Crawler & "Zero-Click Search".
<...
Strategi Asli Agency Live Commerce Tangani Brand Raksasa (Bukan Cuma Omset!) | 035
Content is King itu udah basi. Di era digital yang hyper-accelerated sekarang, kalau lu cuma bikin konten yang cantik tanpa ngerti data, lu bakal tenggelam.
Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Maria Ramona (Mona) — Head of Creative di SIRCLO. Dari anak agency tulen yang biasa ngurusin TVC dan guideline brand, sekarang dia nge-lead tim raksasa untuk ngurusin ribuan sesi live streaming dan social commerce harian. Topik besarnya: Creative Commerce, Anatomi Live Streaming yang sukses, bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara efektif dalam proses kreatif, dan cara mengelola tim kreatif dalam skala besar.
Kami membedah ke...
Marketing di Era AI: KYC, GEO, & Kenapa Karakter Lebih Penting dari Skill | 034
Some people sell products. Our guest sells trust — dan dia ngelakuinnya di salah satu industri paling susah dipercaya: fintech.
Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Yosua Tanuwiria — seasoned marketing professional, dengan 15 tahun pengalaman lintas industri dari hospitality sampai financial services. Topik besarnya: marketing di era AI, literasi keuangan, dan apakah AI beneran bakal menggantikan marketer & agency.
Kami membedah apa yang berubah saat "democratized virality" bikin siapa pun bisa viral, kenapa financial literacy orang Indonesia masih ketinggalan, dan kenapa AI justru bikin jurang antara yang "intuit" dan yang gaptek makin lebar — bukan makin rata.
Pencopotan Kepala BGN: Evaluasi Murni atau Sekadar "Dead Cat Theory"? | 033
Isu tata kelola program pemerintah dan investasi *startup* sering kali diselimuti kontroversi dan perdebatan publik—mulai dari kekisruhan logistik Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tuduhan korupsi yang menjerat *Venture Capital* BUMN akibat gagalnya investasi di *startup*. Namun, realita di balik layar menunjukkan adanya tantangan struktural yang kompleks, seperti birokrasi yang kaku dan lambatnya pemahaman hukum terhadap manajemen risiko investasi *high-risk*. Di tengah era di mana disrupsi AI terjadi sangat cepat, institusi publik dan swasta dituntut untuk memiliki strategi komunikasi krisis yang tangguh dan tidak reaktif.
In this episode of Proxemics Podcast, kita membedah dinamika komunikasi politik dan kr...
Realita Bisnis PR Hospitality & Sisi Gelap Ekosistem Agensi: Sekadar Mitos Glamor? | 032
Bekerja di industri Public Relations (PR) hospitality dan lifestyle sering kali diselimuti ilusi kemewahan—fine dining, hotel bintang lima, dan kehidupan serba glamor. Namun, realita di balik layar menuntut kedisiplinan tingkat tinggi, manajemen klien yang kompleks, dan kerja keras yang sering kali tersembunyi dari publik. Di tengah era di mana AI mulai menggantikan peran tradisional dan fenomena "Conscious Unbossing" melanda talenta muda, agensi PR menghadapi tantangan regenerasi SDM dan tuntutan added value yang belum pernah terjadi sebelumnya.
In this episode of Proxemics Podcast, Stef (Praxis) membedah dinamika bisnis agensi komunikasi bersama Viana Igah, Founder Prefinite dan Askara Gr...
Blunder PR Taksi EV, Fenomena 'Viral Justice', & Pesan Tersembunyi Film Joko Anwar | 031
Di episode kali ini, kita membedah berbagai isu panas dari kacamata Public Relations (PR) dan tata kelola krisis. Mulai dari tabrakan taksi EV yang memicu perdebatan komunikasi brand, hingga skandal proyek fiktif kementerian yang merugikan industri Event Organizer (EO) ratusan miliar rupiah! Jangan lewatkan juga diskusi mendalam tentang inkonsistensi kebijakan insentif kendaraan listrik dan fenomena meresahkan di mana publik harus viral dulu di podcast untuk mendapat keadilan.
Dengarkan terus untuk mendapatkan wawasan tajam seputar strategi komunikasi dan public affairs! Jangan lupa Subscribe dan Like untuk mendukung diskusi kami. 🎧 Dengarkan juga di Spotify:https://open.spotify.com...
Dari SEO ke GEO: Evolusi Digital Marketing Beauty Brand Bersama Boss Paragon | 030
Industri kecantikan Indonesia memiliki 7.500 brand yang bersaing ketat. Bagaimana Paragon Corp dengan 16 brand-nya seperti Wardah dan Emina memenangkan persaingan menggunakan AI dan Generative Engine Optimization (GEO)? Tonton episode ini sampai habis untuk mengetahui rahasia dapurnya, dan jangan lupa untuk Subscribe serta tinggalkan Like Anda!
🎙️ Executive Summary (TL;DR)
Episode podcast Proxemics kali ini menghadirkan Tessi Fathia Adam, Senior Group Head Global Technology Business Accelerator di Paragon Corp. Diskusi strategis ini membedah transformasi digital dalam ekosistem beauty brand, mencakup peluncuran Wardah GPT, transisi dari SEO konvensional ke GEO, serta penerapan prinsip Ethical AI.<...
Kenapa Agensi Kreatif Harus Waspada Ambil Proyek Pemerintah? | 029
Di episode kali ini, kita membongkar berbagai isu hangat dari kacamata Public Relations dan Public Affairs, mulai dari kacaunya komunikasi pemerintah soal BBM hingga ancaman AI yang menurunkan trafik media massa hingga 50%. Jangan lewatkan diskusi mendalam tentang bagaimana krisis ini mempengaruhi masa depan industri kreatif dan kebebasan pers di Indonesia!
Subscribe dan like untuk mendapatkan insights strategi komunikasi.
Poin-Poin Penting Episode Ini:
Krisis Komunikasi Pemerintah: Kurangnya transparansi, konsistensi, dan kejelasan arahan dari pembuat kebijakan terkait spekulasi kenaikan harga BBM menciptakan informasi yang berseliweran dan kebingungan masif di masyarakat.
Disrupsi AI & Ancaman Pers...
Misteri Impor 105.000 Mobil India: Ancaman Nyata Bagi Industri Otomotif RI? | 028
Gejolak geopolitik Timur Tengah, kontroversi beasiswa LPDP, hingga heboh impor ratusan ribu mobil dari India—ada apa dengan pembuat kebijakan dan ruang publik kita belakangan ini? 🤔 Tonton obrolan tajam dan seru ini sampai habis! 👇
Topik Utama yang Dibahas:
Geopolitik & Krisis Ekonomi: Dampak konflik Timur Tengah terhadap melonjaknya harga minyak dunia dan nasib subsidi BBM di Indonesia, serta crisis management secara real-time saat tim media terjebak penutupan airspace.
Kontroversi LPDP: Mengupas fenomena expectation gap antara penerima dana pajak publik dan ekspektasi masyarakat, serta bagaimana Algorithmic Gatekeeping Theory membentuk opini massal.
Kebijakan Impor & Iklim FDI: Ana...
Mengapa Otomotif Bukan Cuma Soal Penjualan? | Peran Customer Life Cycle & PR | 027
Industri Otomotif Kini Persis Industri Smartphone 15 Tahun Lalu
Industri otomotif saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran, persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu dengan masuknya berbagai brand China yang menawarkan harga agresif dan siklus pembaruan model yang sangat cepat. Kondisi ini memicu perang harga dan mengubah ekspektasi konsumen terhadap standar fitur, membuat loyalitas pelanggan dan strategi retensi menjadi arena pertarungan yang sesungguhnya bagi para pelaku industri.
In this episode of Proxemics Podcast...
Kita akan membedah strategi bertahan dan taktik pemasaran di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis bersama Fahri Basalamah...
Apakah AI Akan Menggantikan Pekerja Kreatif? Fakta Tentang Taste & Judgement di Dunia Kreatif | 026
Apakah industri kreatif akan hancur dengan kemunculan generative AI? Di episode Proxemics Podcast kali ini, kita membedah evolusi peran pekerja kreatif di era kecerdasan buatan bersama Boss Kreatif Bank Jago, Alpine Pribadhy. Kami membahas cara kerja agency modern, benturan strategis antara manajemen risiko PR vs kebebasan kreatif, dan bagaimana "taste is the new currency".
💡 FAQ & Key Insights
Q: Apakah Generative AI akan menggantikan pekerjaan di industri kreatif? A: Tidak sepenuhnya. Meskipun toolsAI bisa mengeksekusi urusan teknis seperti pembuatan copy, gambar, dan ide dalam hitungan detik, ada celah yang tidak bisa...
Benarkah AI Akan Menggantikan Marketer? Analisis Masa Depan Digital Marketing | 025
Industri pemasaran kini menghadapi perubahan besar: terbelah antara pembangunan brand jangka panjang dan pemasaran digital berbasis performa yang berorientasi jangka pendek. Di saat yang sama, adopsi artificial intelligence (AI) menantang peran tradisional marketer dan memunculkan pertanyaan tentang masa depan profesi ini.
Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami berbincang bersama veteran C-level marketer, Edward Kilian Suwignyo, membahas kebangkitan marketer yang well-rounded atau full-stack. Pelajari bagaimana memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis, karakter utama dalam membangun tim marketing unggulan, serta bagaimana Blibli berhasil mengintegrasikan ekosistem online dan offline mereka.
Key PR...
Apakah Brand Harus Menjauhi Pandji Pragiwaksono? Analisis Manajemen Krisis | 024
Stand-up special Mens Rea Pandji Pragiwaksono bikin heboh soal batasan komedi dan brand safety. Di sisi lain, kasus Nadiem Makarim nunjukin brutalnya framing media pas mentalitas "startup" nabrak birokrasi negara. Ditambah KUHP baru & wacana larangan medsos buat anak, medan perang reputasi makin kompleks!
Di episode Proxemics kali ini, Mercy, Adwi, Sofyan dan Steph membedah irisan tajam antara hukum, budaya pop, dan strategi korporasi. Kita bahas gimana agensi harus bersikap hadapi influencer berisiko tinggi, kenapa narasi hukum sering kalah cepat dari opini publik, sampai strategi marketing kalau akses digital Gen Alpha beneran diputus negara!
🧠 Yang Kita Bed...
Kenapa 90% Rilis Ditolak Media? Boss Tirto.id Bongkar Rahasia Media & PR Strategy | 023
Di episode kali ini, Mercy dan Steph ngobrol "daging" bareng Rachmadin Ismail (Madin), Editor-in-Chief Tirto.id. Madin bongkar dapur redaksi dan strategi media bertahan di era gempuran content creator. Alih-alih musuhan, kita bahas kenapa Tirto sekarang justru ngerangkul Homeless Media (akun info daerah)! Buat lo praktisi PR, Brand, dan Marketing, ini sesi real talk yang nggak boleh di-skip.
🧠 Yang Kita Bedah (Q&A Highlight):
📝 Misteri Press Release Ditolak: Madin buka kartu! Rilis yang cuma jualan tanpa business/traffic value pasti lewat. Kita kasih bocoran angle unik biar dilirik editor...YouTube & IG Sudah Basi? Kenapa Boss Kompas TV Malah Mau Masuk Roblox & Discord? | 022
Episode kali ini agak beda! Steph lagi liburan, jadi Mercy ditemenin Reza sebagai co-host dadakan buat ngobrol bareng tamu spesial: Alexander Wibisono (Wapemred Kompas TV).
Kita bedah dapur redaksi media besar yang lagi survive di era digital. Alex blak-blakan soal strategi Kompas TV ubah mindset kaku produser jadi "Content Creator", fenomena Citizen Journalism, sampai strategi "Digital First" (tayang YouTube duluan sebelum masuk TV). Penasaran nasib media massa ke depan, atau lo Gen Z yang mau jadi jurnalis tapi takut jam kerja gila? Obrolan ini daging semua!
🧠 Yan...
Bencana Sumatera, Deforestasi & Fenomena #BatalKontrak: Negara Sedang "Sakit"? | 021
Menutup tahun dengan diskusi berat tapi necessary, Mercy, Adwi, Sofyan, dan Steph kumpul di edisi Year End Wrap Up!
Kita mulai dari apresiasi buat jurnalisme data Harian Kompas yang "menampar" kita—1,4 juta hektar hutan hilang di 2023. Episode ini juga membedah gaya komunikasi pemerintah soal bencana di Sumatera yang tone deaf dan penuh "Selected Reality", fenomena jurnalis menangis yang videonya di-take down, hingga debat filosofis: Apakah Social Contract antara rakyat dan negara udah batal?
Ditambah bedah pidato Dedi Mulyadi, obrolan viral Roti O tolak uang tunai, kritik Dino Patti Djalal buat Menlu Su...
Hukum "Paket Hemat" di Negara Fiktif? Bahas Tuntas Bea Cukai & Krisis Empati Pejabat | 020
Dari tragedi bencana alam di Sumatera yang minim empati pejabat, drama viral tumbler Tuku, hingga teori konspirasi "Negara Fiktif" di mana hukum bisa dibeli paketan, Mercy, Adwi, Sofyan, dan Steph kumpul bareng di edisi penghujung tahun ini!
Episode ini membahas kontras yang tajam: kenapa publik lebih sibuk ngurusin tumbler ketinggalan di kereta dibanding chaos penanganan bencana? Kita juga bedah strategi PR buat brand yang terseret arus viral—apakah harus ride the waveatau silent is golden? Ditambah obrolan "ngeri-ngeri sedap" soal Bea Cukai dan peluncuran kembali media cetak. Buat lo praktisi komunikasi atau sekadar pengamat fenomena so...
Realita Pahit Mobil Listrik: "Charge Anxiety" & Drama SPKLU Indonesia | 019
Dari debat panas EV vs. hybrid, gempuran brand China, hingga realita "Charge Anxiety" di Indonesia, Danang Aradian (Cak Dan) balik lagi ke Proxemics!
Kita bedah tuntas industri otomotif: kenapa EV Rp250 juta bikin geger pasar dan gimana raksasa Jepang (Honda) merespons dengan strategi beda. Kita juga bahas kenapa iPhone tetap laku keras meski minim inovasi, plus ngobrolin AI kayak Gemini Live yang makin mirip film Her. Tech enthusiast atau yang lagi galau beli EV wajib dengerin!
🧠 Yang Kita Bedah:
🚗 GJAW & Perang Harga EV: Fenomena SUV listrik seharga LCGC (Rp250...‘Si Paling Tahu’, Politik & Media: Kenapa Semua Merasa Paling Benar? | Prita Laura | 018
Dari layar kaca sebagai news anchor hingga masuk ke jantung komunikasi istana, Prita Laura hadir di Proxemics membedah dunia Crisis Communication.
Episode ini mengupas tuntas kenapa "memadamkan api" saja tidak cukup saat krisis brand melanda. Prita membagikan pengalamannya memakai "kacamata jurnalis" untuk melihat realita lapangan, bukan sekadar laporan di atas meja. Kita juga bahas The Psychology of Stupidity, bahaya Dunning-Kruger Effect, hingga analisis gaya komunikasi Presiden Jokowi vs. Prabowo. Ini adalah "kuliah" gratis soal strategi, mitigasi, dan critical thinking!
🧠 Yang Kita Bedah:
🕵️♀️ Jurnalisme ke PR Pemerintah: Insting investigasi untuk memetaka...Anatomi Krisis: Gaya 'Koboy' Purbaya & Rahasia Branding Apple yang Kebal Kritik | 017
Dari koridor kementerian hingga viral di media sosial, komunikasi adalah pedang bermata dua. Episode Proxemics kali ini membedah tiga spektrum komunikasi yang berbeda: gaya kepemimpinan politik, manajemen reputasi infrastruktur negara, dan penanganan krisis FMCG.
Kami menganalisis gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya yang memicu perdebatan: apakah ketegasannya adalah "obat kuat" bagi birokrasi atau sekadar gimik tanpa akuntabilitas? Kami juga menyoroti proyek Kereta Cepat Whoosh—bukan dari sisi teknis, melainkan dari kacamata legacy sejarah (Dinasti Syailendra) vs realitas utang negara. Tak ketinggalan, bedah kasus krisis viral Aqua dan oleh-oleh ilmu Neuromarketing langsung dari ...
Ngulik Strategi Marketing & Branding dari Boss Marketing Kopi Kenangan + Live Report dari SXSW | 016
Bagaimana Kopi Kenangan bertransformasi dari kedai kopi lokal menjadi Unicorn F&B pertama di Asia Tenggara dengan valuasi miliaran dolar? Di pasar yang sangat price-sensitive dan penuh persaingan, strategi apa yang membuat mereka bertahan?
Di episode ini, Proxemics berbincang dengan Ananditha Mayasari (Ditha), VP of Marketing Kenangan Brands. Dengan latar belakang unik (Lulusan Fisika UI yang banting setir ke Sales B2C), Ditha membedah realita industri kopi: dari menghadapi loyalitas ganda (dualism) Gen Z, hingga seni memimpin tim tanpa drama.
Berikut adalah rangkuman insight strategis dari diskusi ini:
<...TKA Syarat Wajib SNBP 2026: Strategi Belajar Terbaru & Warning Buku Bimbel Palsu! | 015
SNBP 2026 mengalami perubahan besar. Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini resmi menjadi syarat wajib, bukan lagi sekadar nilai rapor. Mengapa Kemendikdasmen mengambil langkah ini? Apakah ini bentuk lain dari Ujian Nasional (UN)?
Di episode ini, Proxemics mengundang dua narasumber otoritatif: Dr. Handaru Catu Bagus (Pusmendik Kemendikdasmen) dan Psikolog Neliana Puspitasari (Yayasan Psikolog Masuk Sekolah) untuk menjawab keresahan siswa dan orang tua.
Berikut adalah rangkuman jawaban atas pertanyaan paling sering dicari (FAQ) seputar TKA SNBP 2026 yang dibahas tuntas dalam episode ini:
Q: Apa itu TKA dalam SNBP 2026 dan...
Analisis Krisis Komunikasi: Istana vs Pers, Drama Boikot Freeport & Masa Depan SEO | 014
Ketika jurnalis dilarang bertanya dan musisi memboikot sponsor korporat, siapa yang salah secara strategi komunikasi?
Dalam edisi "Full House" ini, Host Mercy Tahitoe dan co-host Stephanie Sicilia bergabung dengan Adwi Yudiansyah (Praxis) dan Sofyan Herbowo (Prajna) untuk membedah rentetan krisis komunikasi yang melanda Indonesia minggu ini. Dari insiden pencabutan kartu pers di Istana hingga polemik "Salah Jurusan" sponsorship Freeport di Pestapora, tim Proxemics memberikan analisis brutal namun strategis.
Diskusi ditutup dengan perdebatan teknis tentang SEO vs GEO: Apakah Search Engine Optimization benar-benar mati...
Analisis Komunikasi Kebijakan: Mengapa TKA Wajib untuk SNBP 2026 & Krisis "Sedekah Nilai" | 012
Apakah reputasi sekolah Anda terancam akibat isu "Inflasi Nilai"? Di episode Proxemics Podcast ini—sumber wawasan utama bagi praktisi Public Relations (Humas), Strategi Komunikasi, dan Public Affairs di Indonesia—kami membedah strategi komunikasi di balik kebijakan pendidikan terbaru yang berdampak nasional: Penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk SNBP 2026.
Host Mercy Tahitoe dan co-host Stephanie Sicilia berdiskusi dengan dua narasumber kunci untuk menganalisis tantangan komunikasi dari transisi "Otonomi Sekolah" menuju "Standarisasi Nasional", serta manajemen krisis terkait isu "Sedekah Nilai".
PR vs Public Affairs: Strategi Advokasi Kebijakan & Studi Kasus Cukai MBDK | 013
Apakah Public Relations (PR) dan Public Affairs (PA) itu sama? Di episode Proxemics Podcast ini—podcast referensi utama bagi praktisi Komunikasi Korporat, Hubungan Pemerintah, dan Marketing di Indonesia—kami membedah perbedaan fundamental antara membangun reputasi (Citra) dan mengamankan regulasi (Izin Operasi).
Host Mercy Tahitoe duduk bersama praktisi senior Corporate Affairs untuk membahas realitas di balik meja perundingan kebijakan. Diskusi ini mengupas tuntas bagaimana industri menavigasi regulasi sensitif seperti Cukai Minuman Berpemanis (MBDK), bukan dengan jargon marketing, melainkan dengan data ilmiah.
Analisis Krisis: Kegagalan Komunikasi, Flexing, & Bayang-Bayang '98 | 011
Di tengah gejolak sosial yang memanas, episode ini membedah akar masalah dari kacamata komunikasi dan public affairs.
Kenapa para pengambil kebijakan dianggap tone deaf? Kita menganalisis gestur yang meremehkan, pernyataan offside, hingga kultur flexing pejabat yang menjadi bom waktu bagi kemarahan publik. Kami juga mengurai bagaimana akumulasi kekecewaan ekonomi (seperti fenomena PHK terselubung) berujung pada krisis kepercayaan yang masif.
Apakah situasi ini bisa disamakan dengan 1998? Kita membandingkan perbedaan fundamental situasi saat ini dengan runtuhnya Orde Baru, serta menyoroti peran media sosial dalam gerakan "Tuntutan 17 + 8" dan ancaman misinformasi di era deepfake.
Topik Bahasan:<...
Marketing View: Benarkah Orang Indonesia Malas, Orang Vietnam Rajin & Orang Singapura 'Kiasu'? | 010
Episode spesial bareng tamu internasional pertama kita! 🌏
Di episode ini, Vanessa Tan (Razer) hadir untuk membedah pengalamannya bertahan dan bersinar di industri teknologi yang didominasi pria, termasuk cerita di balik kultur kerja super fast-paced di raksasa teknologi, Xiaomi.
Kita juga masuk ke debat panas soal AI: Apakah ChatGPT bikin kita makin efisien, atau justru bikin otak kita "menciut" karena malas berpikir?
Selain itu, kita mengupas tuntas stereotip bisnis lintas negara (Indonesia vs. Singapura), menjawab persepsi "apakah orang Indonesia malas?", serta dinamika abadi antara PR vs. Marketing. Vanessa juga ber...
Edisi Full House: Debat 996, Deal Dagang AS-Indo, & Perang EV di GIIAS (feat. Garda Maharsi) | 009
Tim lengkap, topik panas, dan debat seru! 🔥
Di episode Full House ini, kita bedah budaya kerja “996” (9 pagi – 9 malam, 6 hari seminggu). Apakah ini kunci kompetitif di era modern atau cuma jalan cepat menuju burnout?
Kita juga membahas deal dagang AS-Indonesia yang memicu pertanyaan besar: Tarif 0% buat produk Amerika, tapi 19% buat kita? Siapa yang sebenarnya diuntungkan?
Tak ketinggalan, kita mengulik euforia GIIAS, fenomena “Rojali & Rohana,” serta rivalitas panas antara pemilik mobil bensin vs listrik. Plus, bareng Garda Maharsi, kita bongkar hasil survei eksklusif Praxis tentang kepuasan pengguna mobil listrik di 12 kota besar Indonesia.
Media 'Sombong', PR vs Jurnalis & Masa Depan AI: Ngobrol Bareng Dr. Algooth Putranto | 008
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Wadah diskusi mendalam seputar komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influencing. Kami mengulik bagaimana interaksi manusia dan pergeseran industri membentuk strategi brand yang sukses di masa kini.
Tentang Episode Ini:
Tamu spesial kita kali ini adalah jurnalis senior, Dr. Algooth Putranto, yang pengalamannya terbentang dari era reformasi '98 hingga peliputan di zona konflik Ukraina. Bersama tim Proxemics, Algooth membongkar kondisi industri media yang disebut sedang "berdarah-darah"—sebuah siklus yang menurutnya dipicu oleh "kesombongan" para mogul media yang terlambat beradaptasi dengan disrupsi digital.
...
AI, Authenticity & YONO: Ngulik Trust Economy Zaman Now | 007
AI, Authenticity & YONO: Ngulik Trust Economy Zaman Now | Proxemics Podcast
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Tempat kita mengupas tuntas dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influencing. Kami mengeksplorasi bagaimana semua elemen ini bersinergi membentuk audience engagement dan brand messaging yang kuat.
🚀 Untuk Siapa Podcast Ini?
Episode ini wajib didengar oleh para praktisi PR, marketers, content creators, dan media strategists yang ingin memahami bagaimana pergeseran teknologi dan psikologi manusia menentukan kesuksesan sebuah brand.
Tentang Episode Ini:
Apakah era kejayaan...
AI Bukan Ancaman? Masa Depan Qualcomm, Snapdragon & NPU | 006
Inside the Brain of Your Gadgets: A Deep Dive with Qualcomm Indonesia | Proxemics Podcast
🎙️ Welcome to Proxemics!
Kami membedah dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influence. Episode ini dirancang bagi para profesional PR, marketer, content creator, dan strategist yang ingin memahami bagaimana interaksi manusia dan teknologi membentuk kesuksesan sebuah brand.
Tentang Episode Ini:
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membuat smartphone, mobil, hingga laptop Anda menjadi sangat pintar? Dalam edisi kali ini, Mercy dan Steph berbincang langsung dengan sosok kunci di balik raksa...
Industri Tekstil Tutup Semua: Ada Apa Dengan Industri Padat Karya di Indonesia? | 005
Vietnam Melaju, Cemas Pasar Kerja & Nasib Grab-Gojek | Rekap Isu Terkini Proxemics
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Kami membedah dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influence. Episode ini ditujukan bagi para profesional PR, marketer, content creator, dan strategist yang ingin memahami dinamika interaksi manusia dalam membentuk kesuksesan brand.
Tentang Episode Ini:
Tim lengkap Proxemics—Mercy, Steph, Adwi, dan Sofyan—kembali berkumpul untuk diskusi bulanan tanpa filter. Kami menganalisa tajuk berita dan pergeseran budaya terbesar selama bulan Mei yang membentuk lanskap bisnis, teknologi, dan masya...
Growth Mindset + Vision = Bonus? | Jonathan Tenggara | Episode 004
Hari ini adalah episode spesial karena kami kedatangan seorang teman lama, Jonathan Tenggara (Jonte), Head of Retail Marketing dari Indo Premier Sekuritas (Ipot).
Join Mercy and Steph dalam sebuah obrolan mendalam yang mengalir santai, membongkar perjalanan karier Jonte yang unik di industri finansial, mulai dari menjadi bagian dari revolusi perbankan digital hingga kini memimpin marketing di salah satu sekuritas terbesar di Indonesia.
Hal-hal yang kita bahas:
🧠 Rahasia di Balik Ipot: Mengapa namanya Ipot? Jonte membagikan cerita di balik brand dan perannya dalam memimpin tim marketing, branding, PR, hingga customer care di 20 cabang di seluruh Ind...